Berita 2007

TRAINING PROGRAM OF FARM MANAGEMENT ON LAND CONSERVATION BANGKOK, THAILAND, 25 – 30 NOVEMBER 2007

Oleh Bagian Perencanaan, Setditjen PLA

Sumber: http://pla.deptan.go.id/pdf/Buletin_Edisi_Des_2007 

Training Program of Farm Management on Land Conservation merupakan salah satu program kerjasama bilateral Indonesia – Thailand di bawah program Joint Agriculture Working Group (JAWG). Training program yang telah disepakati dalam the 1st JAWG meeting di Chiang Mai ini dilaksanakan selama 6 hari (25 s/d 30 Nopember 2007) di Thailand. Pelatihan ini bertujuan untuk dapat memberikan pengetahuan mengenai berbagai teknologi pengelolaan lahan dan program-program konservasi untuk menunjang peningkatan produksi pertanian tanpa menimbulkan gangguan keseimbangan ekologis.

Gambar 4. Peserta Training Program of Farm Management on Land Conservation

Rangkaian program training diawali dengan kunjungan menemui Direktur Jenderal Land Development Department (LDD) dilanjutkan dengan penjelasan singkat mengenai tanggung jawab dan proyek-proyek yang ditangani LDD. Rangkaian program dilanjutkan dengan kunjungan lapang mengunjungi pusat penelitian, petani dan proyek konservasi dan rehabilitasi lahan di bawah instruksi Raja Thailand.

Land Development Department (LDD)

Land Development Department (LDD) merupakan organisasi di bawah Departemen Pertanian Thailand yang memiliki tanggung jawab memformulasikan kebijakan dan rencana penggunaan lahan pertanian, melakukan klasifikasi lahan dan soil survey, melaksanakan konservasi lahan dan air serta memberikan pelayanan informasi kepada masayarakat dan transfer teknologi. Dengan demikian selain memformulasikan kebijakan, LDD juga bertanggung jawab untuk melakukan penelitian dan pengembangan serta menyebar luaskan hasilnya kepada masyarakat luas. Penelitian dan Pengembangan yang dilakukan LDD diantaranya adalah mengenai salinitas tanah, keasaman tanah, bioteknologi dan kandungan organic tanah, rumput vetiver dan pengelolaan lahan dan air di areal beresiko.

Selain peran pemerintah dalam hal ini LDD di bawah Departemen Pertanian, peran raja juga besar dalam Pengelolaan Lahan. Raja Thailand saat ini, Bhumibol Adulyadej, merupakan seorang raja yang sangat peduli terhadap rakyatnya. Beliau menyadari akan pentingnya sumberdaya lahan bagi rakyatnya untuk menunjang perekonomian negara melalui sektor pertanian. Permasalahan utama yang dihadapi Thailand dalam pemanfaatan sumberdaya lahan adalah degradasi tanah, terutama erosi tanah. Salah satu bentuk kepedulian raja terhadap masalah sumberdaya lahan ini adalah dengan menyelenggarakan berbagai proyek pengembangan sumberdaya lahan yang berjumlah 112 proyek yang tanggung jawab pelaksanaannya diserahkan kepada LDD serta membangun 2 buah Pusat Penelitian yaitu Khao Hin Sorn Royal Development Study Center dan Pikun Thong Royal Development Study Center. Khao Hin Sorn Royal Development Study Center merupakan pusat penelitian untuk sistem konservasi tanah dan air sementara Pikun Thong Royal Development Study Center merupakan pusat penelitian Lahan Gambut.

Office of Soil Biotechnology

Office of Soil Biotechnology merupakan organisasi di bawah LDD yang melakukan berbagai penelitian dan pengembangan mikroorganisme untuk perbaikan dan penyuburan tanah. Berbagai produk bio activator untuk pembuatan pupuk organic telah dikembangkan pada lembaga ini. Bio aktivator dikembangkan dari berbagai sumber asli yang ada di Thailand seperti dari air kelapa, jerami, dll. Hasilnya kemudian diperkenalkan kepada petani dan diberikan secara cuma-cuma. Saat ini petani dengan mudah dapat mendapatkan produk-produk bio activator ini.

Gambar 5. Proses pengembangan dan pembuatan produk bio aktivator

Vetiver System untuk Konservasi Lahan

Sistem konservasi lahan yang paling populer di Thailand menerapkan sistem yang disebut vetiver system. Vetiver adalah jenis rumput yang dapat hidup di kondisi apa pun bahkan dalam kondisi tanah yang tidak subur sekali pun dan dapat hidup hingga ratusan tahun lamanya.

Gambar 6. Rumput vetiver digunakan untuk konservasi lahan

Vetiver digunakan untuk konservasi tanah dan air, reklamasi lahan serta stabilisasi jalan umum, saluran irigasi dan tepian sungai. Di Thailand rumput vetiver sengaja dibudidayakan untuk keperluan konservasi lahan. Akarnya yang panjang dapat menahan air sehingga mencegah erosi dan berfungsi menjaga kelembapan tanah.

Perawatan rumput ini adalah dengan memangkasnya setiap tiga bulan yaitu ketika rumput sudah sangat lebat.

Gambar 7. Rumput Vetiver (kiri) Budidaya vetiver (kanan)

Khao Hin Sorn Royal Development Study Center

Royal Development Center merupakan lembaga yang didirikan oleh Raja dengan satu tujuan tertentu. Dari dua yang ada, salah satu yang sempat dikunjungi adalah Khao Hin Sorn Royal Development Study Center yang terletak di Propinsi Chachoengsao (kira-kira 2 jam perjalanan darat dari Bangkok). Study Center ini merupakan pengembangan model alternatif berkelanjutan. Wilayah ini dulunya merupakan tanah gersang dan tidak dapat ditanami sampai kemudian Raja Thailand berinisiatif untuk membuat proyek rehabilitasi dan konservasi di areal tersebut.

Gambar 5. Jenis tanah berpasir sulit bagi tanaman untuk tumbuh subur

Gambar 8. Jenis tanah berpasir sulit bagi tanaman untuk tumbuh subur (kiri) Areal yang kini subur dapat ditanami berbagai jenis tanaman (kanan)

Pada awal proyek rehabilitasi, rakyat mendonasikan tanah mereka kepada raja seluas 42,24 hektar dan kini telah berkembang menjadi 303,2 hektar. Ada tiga proses dalam proyek rehabilitasi ini yaitu pengembangan sumberdaya air, rehabilitasi hutan dan penerapan teknik produksi pertanian dan peternakan. Saat ini areal yang dulu gersang telah berubah menjadi tanah yang subur dan dapat ditanami. Perubahan ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar sehingga pendapatan masyarakat mengalami peningkatan dengan bertani.

Khao Hin Sorn Royal Development Study Center saat ini menitik beratkan kepada pengembangan ilmu pertanian sebagai model bagi petani di mana hasil dari berbagai pengembangan ilmu diadopsi dan diterapkan mereka. Pusat studi ini juga menjadi tujuan wisata dan bahan referensi bagi para siswa. Siswa dan wisatawan dapat mengunjungi pusat studi yang merupakan museum hidup dan berbagai pusat pengembangan yang ada di dalamnya seperti pengembangan organic, peternakan, taman obat-obatan dll.

Gambar 9. Berbagai pengembangan di Khao Hin Sorn Royal Development Study Center

Kunjungan ke Petani di Propinsi Pathumthani

Selain mengunjungi pusat penelitian, training program juga mengunjungi petani di daerah sekitar Bangkok. Pathumthani merupakan propinsi dekat Bangkok (± 1 jam perjalanan darat). Di propinsi ini petani sudah cukup mandiri dan sadar lingkungan. Dari beberapa tempat yang sempat dikunjungi, para petani di wilayah ini telah menerapkan pupuk berimbang dengan penggunaan pupuk organik lebih besar dibandingkan dengan pupuk anorganik. Bahkan beberapa kelompok tani memproduksi sendiri pupuk organik untuk keperluan mereka.
Buletin PLA Edisi Desemberi 2007 40

Gambar 10. Petani memproduksi sendiri pupuk organik

Petani di wilayah Pathumthani khususnya dan Thailand pada umumnya sudah sangat termotivasi untuk mengekspor produk pertaniannya. Dunia international telah mengenal berbagai produk pertanian terutama hortikultur dari Thailand. Selain kualitasnya yang baik harganya pun terjangkau. Hal ini tidak terlepas dari peran pemerintah Thailand dan Raja dalam hal pemasaran.

Petani yang sempat dikunjungi memiliki tanah untuk pertanian seluas 34 rai (212.5 ha) yang terbagi untuk padi 125 ha, buah-buahan 75 ha dan untuk usaha tambak ikan seluas 12.5 ha.

Gambar 11. Diskusi dengan petani (kiri). Penggunaan springkler (kanan)

Pekerjaan dilakukan oleh anggota keluarga yang berjumlah 5 orang. Untuk membantu pekerjaan, beberapa alat dan mesin pertanian digunakan seperti springkler, traktor, dll. Dari usaha pertaniannya dia mengaku dapat meraih keuntungan sebesar Baht 500.000/tahun (±Rp 150 juta/tahun). Khusus untuk produk-produk hortikultur (belimbing, nangka, jeruk bali, lengkeng, mangga, jambu air, kecapi dan leichi) diekspor ke berbagai negara (Jepang, Taiwan dan Hongkong).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s