Berita 2011

Mei 2011

Cegah Abrasi, Siswa SD dan Warga Kademangen Tanam Vetiver

Sumber: 14 Mei 2011 

ombang – Puluhan siswa Sekolah Dasar 3 Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang beserta warga setempat menggelar kegiatan gotong royong penanaman rumput vetiver di sungai ‘Pathak Banteng’, Minggu (26/12) pagi. Kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mencegah terjadinya abrasi sungai.

Selain sebagai antisipasi terhadap terjadinya abrasi sungai, penanaman vetiver juga diharapkan bisa menekan resiko terjadinya banjir. Sebagai wilayah yang dikelilingi sungai, wilayah Desa Kademangan merupakan desa yang rawan banjir terutama saat musim hujan.

Sebeleumnya, Slamet, Ketua RT 3 RW 4 Dusun Pekunden, Desa Kademangan, Mojoagung, Jombang mengatakan, daerahnya merupakan daerah rawan banjir. Prosentase intensitas banjir setiap tahun mencapai 30 persen yang artinya setiap tahun daerahnya nyaris tak pernah lepas dari banjir.

Selain banjir, derasnya air hujan yang mengalir melalui sungai juga menjadi ancaman terjadinya Abrasi. Selama tahun 2010 sudah dua rumah roboh akibat hantaman derasnya air sungai.

“Daerah saya ini rawan sekali banjir, hampir tiap tahun bisa dipastikan banjir. Selain itu Abrasi juga cukup berbahaya soalnya sungai yang semakin melebar membuat daratan menyempit dan rumah Warga semakin dekat dengan sungai jadi pas ada air meluap dan mengalir deras lalu menghantam rumah Warga, ya akibatnya roboh. Sudah dua rumah di daerah saya yang roboh,” ujar Slamet, Kamis lalu.

Tiga tahun lalu, tepatnya 26 Desember 2007, wilayah Kecamatan Mojoagung diterjang banjir hebat. Selama beberapa hari, aktifitas warga dan pembelajaran di sekolah terhenti. “Dulu banjirnya ya tinggi. Beberapa hari sekolah tidak masuk,” ujar, Siti, salah seorang Guru SD.

Untuk mencegah terjadinya banjir, puluhan siswa SD 3 dipimpin Kepala Sekolah, Mulyani, serta kelompok pemuda (Pamali) dan warga Dusun Pekunden yang dipimpin Kepala Dusun Pekunden, Amin, secara gotong royong menanam bibit vetiver di bibir sungai.

Mampu Mengikat Tanah Rumput Vetiver bukan sembarang rumput. Rumput ini terkenal dapat menahan erosi dan mampu mengikat tanah.

Berdasarkan fisiologinya, rumput vetiver ini dapat menembus ke dalam tanah, mengikat tanah, dan mampu mengontrol urukan tanah. Bahkan, akar vetiver dalam tanah memiliki kekuatan daya rentang setara seperenam kekuatan baja ringan. “Itulah kelebihannya, sehingga vetiver ini layak ditanam dipinggir sungai untuk mencegah abrasi,” ujar M. Subhan, Kepala Sekolah Lapang Iklim, Kecamatan Wonosalam.

Selain itu, rumput vetiver juga mempunyai kelebihan lain, yakni mampu menahan air yang menjadikannya tahan kondisi kering baik dalam suasana asin, asam, bahkan basah. (Ms)

September 2011

Sumber Air di Kab. Sukabumi Diprediksi akan Habis

Sumber: http://www.neraca.co.id/ 15 September 2011

Sukabumi-Terjadinya kekeringan sumur di berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhir-akhir ini dinilai karena pemerintah kurang serius dalam memelihara jaringan air bawah tanah serta belum maksimalnya fungi kawasan hutan yang baru di reboisasi akibat penjarahan. Hal itu terlihat dari tidak adanya program yang di schedulkan oleh pemerintah baik melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) setempat.

Sekretaris Distamben, Slamet Santoso, melalui stafnya, Dany Heriyanto, kepada Neraca membenarkan hal tersebut Menurut dia, pada tahun sebelumnya, instansinya telah mengajukan anggaran untuk perbaikan jaringan air bawah tanah, namun program itu dimentahkan,

“Kami mengajukan program perbaikan jaringan air bawah tanah itu karena kami telah mendeteksi adanya kerusakan jaringanair bawah tanah khususnya di dua titik cekungan Sukabumi,” jelas Dany.

Terjadinya kekeringan sumur di berbagai daerah di wilayah Kabupaten Sukabumi, sebenarnya, sangat disesalkan mengingat wilayah Sukabumi merupakan kawasan penyuplai air terbesar di Jawa Barat,” Semua orang tahu bahwa Kab. Sukabumi memiliki segudang pabrik Air Minum Dalam Kemasan. Hasil analisis, saya menemukan simulasi merah khususnya di daerah Cicurug.

10 tahun kemudian di daerah itu kemungkinan debit air akan berkurang secara drastis,”ujar Dany.

Agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah, tambah dia, pemerintah harus segera melakukan kajian tekhnis guna mengetahui aliran jaringan air bawah tanah yang mulai rusak. Sebab dengan cepat memperbaikinya maka efisiensi dari segi anggaran dan tenaga terjadi. Sudah saatnya melakukan koreksi lapangan.

“Kami menemukan bagi daerah yang berhaluan yang masih bagus sudah mencapai angka 1 meter per detik aliran airnya. Sedangkan bagian batu yang sudah mulai rusak kecepatan aliran air bawah tanahnya 1 centimeter per jam kecepatan airnya,” ungkap dia.

Akibat dari itu, urai dia, tanah dengan berbagai ka-rekter ketika musim hujan riba tidak mampu menam-pung atau meneyerap air hujan hingga maksimun, Contohnya pada sebelumnya setiap hujan turun tanah menyerap sekitar 50 air. Saat musim hujan lalu air ternyata lebih banyak mengalir ke dataran rendah karena resapan hanya menampung hingga 20 dari kapasitas tampungan 50.

Artinya, tambah dia, air hujan yang turun hanya mampu ditampung lima hingga 10 % dari curah hujan. Ini, menandakan adanya jaringan aliran bawah tanah yang sudah mengaJa-mi kerusakan. Apabila diperbaiki pada tahun ini misalnya, hasilnya bisa dilihat 30 tahun mendatang.

Tanam Vetiver Grass

Perbaikan jaringan tersebut, menurut dia, dapat dilakukan dengan cara mengembalikan kawasan hutan seperti sediakala dan melakukan perawatan dengan cara menanam tanaman yang mampu mena-han laju air hingga terserap oleh tanah.

Khusus di Sukabumi, sangat direkomendasikan untuk menanam rumput Vetiver Grass (rumput aka wangi/rumput aga wangi atau rumput akar wangi),

“Rumput sejenis rumput gajah ini sangat bagus menahan dan memelihara jaringan aliran air bawah tanah. Dimana rumput ini mampu bertahan pada suhu -10 hingga 40 derajat celcius,”terang dia.

Fungsi Vetiver Grass jni ternyata sangat banyak. Selain mampu menahan dan menyerap air ternyata mampu juga mencegah erosi atau longsor.

Sedangkan salah satu penyebab rusaknyajaringan air bahwa tanah adalah longsor, ” Kalau semua lahan yang tandus ditanamai vetiver grass, sumur warga tidak akan cepat kering ketika kemarau baru memasuki 3 bulan, rai

Oktober 2011

Kementerian PU Adakan Seminar Green Road Construction

Sumber: http://110.139.57.19/ 07 Oktober 2011 

Wacana green road construction perlahan tapi pasti mulai berhembus di dunia konstruksi Indonesia. Namun, masih banyak orang yang bertanya kenapa wacana hijau begitu penting untuk melekat pada dunia konstruksi. Muncul pula pertanyaan mengenai definisi dan maksud green construction yang bila diterjemahkan secara bebas sebagai konstruksi hijau.

“Green road construction atau konstruksi jalan hijau adalah sebuah gerakan berkelanjutan yang mencita-citakan terciptanya konstruksi jalan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pemakaian produk konstruksi yang ramah lingkungan, efisien dalam pemakaian energi dan sumber daya, serta berbiaya rendah,” jelas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Mohammad Hasan dalam sambutannya pada pembukaan “International Seminar On The Green Road Construction and International Workshop on The Vetiver Systems” di Hotel Horizon, Bandung, baru-baru ini.

“Gerakan green road construction ini juga identik dengan sustainability yang mengedepankan keseimbangan antara keuntungan jangka pendek terhadap resiko jangka panjang, dengan bentuk usaha saat ini yang tidak merusak kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan masa depan,” tambahnya.

Seminar yang bertajuk “Menuju Pembangunan Jalan yang Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan” ini dihadiri oleh sekitar 190 orang peserta yang berasal dari dalam dan luar lingkungan Kementerian PU seperti Badan Litbang Kementerian PU, Direktorat Bina Teknik, Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan, Ditjen Bina Marga, Dinas Bina Marga Jawa Barat, BPJT, akademisi, Kementerian Lingkungan Hidup.

Para penyaji seminar yang berjumlah 9 orang yang merupakan para ahli di bidang green road construction yang berasal dari Jepang, Australia, Korea, Thailand,I ndia, Vietnam, China dan Afrika Selatan. Hadir pula Kepala Pusat Litbang Jalan & Jembatan Jawali Marbun serta Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga Sri Apriantini Soekardi.

Dalam agenda seminar tersebut, dibahas mengenai pengalaman negara-negara maju maupun berkembang yang telah berhasil menerapkan konsep “green road construction” dengan penggunaan teknologi rumput vetiver, khususnya dalam pengendalian erosi dan longsoran dangkal pada lereng jalan.

Penggunaan teknologi rumput vetiver untuk pengendalian erosi atau longsoran dangkal sudah banyak diterapkan di negara-negara lain seperti Thailand, Malaysia, India, Kongo, Australia, dan negara lainnya.

Teknologi ini memanfaatkan rumput vetiver yang memiliki karakteristik teknis yang khas untuk mencegah atau mengurangi terjadinya erosi atau longsoran dangkal, di mana pada tanah-tanah berlereng, erosi dan longsoran dangkal menjadi persoalan yang serius. “Berbagai instrumen untuk mendukung implementasi Teknologi Rumput Vetiver telah disiapkan oleh Puslitbang Jalan dan jembatan, dan kami berharap teknologi ini dapat segera diimplementasikan secara luas di Indonesia,” tutup Hasan. (lyl)

November 2011

PT. MSM Giatkan Menanam Rumput Multiguna Atau Vetiver

Sumber: http://www.bitungpost.com/ 23 November 2011 

Bitung, BP: Mendukung program penghijauan oleh pemerintah, PT. Meares Soputan Mining (MSM) lagi pada giatnya menanam pohon tahunan seperti jati serta tak kalah fungsinya yaitu tanaman rumput Vetiver (Vetiveria Zizanoides).

Dimana kategori tumbuhan perintis atau reklamasi akar rumput Vetiver mengandung minyak esesial yang dapat dijadikan parfum, sabun dan penghilang bau tidak sedap.

Minyak Vetiver dan akarnya dapat berkhasiat sebagai penangkal serangga dan juga pengontrol erosi. Antusias menanam Vetiver di lakukan di sekitar lokasi tambang oleh 638 karyawan PT.MSM.

Hal tersebut di terangkan Humas PT. MSM Sinyo Rumondor kepada sejumlah wartawan rabu 23 november 2011.

Rumondor menjelaskan rumput Vetiver yang di kenal rumput ajaib memiliki banyak kegunaan mulai dari bahan baku minyak wangi,bahan kerajinan seperti tas,taplak, kap lampu,makanan ternak serta kreasi kerajinan tangan lain.

Selain penanaman pohon tahunan,sosialisasi manfaat Vertiver ini belum lama ini kata Rumondor sudah di akukan di keurahan Pinasungkulan kecamatan Ranowulu kota Bitung.

Lebih lanjut Rumondor menambahkan para kelompok tani di sekitar wilayah tambang MSM membentuk usaha pembudidaya dengan modal dasar di berikan oleh pihak perusahaan kemudian untuk hasil panen di buat kerajinan selanjutnya di pasarkan dengan bantuan perusahaan. (mo/bp)

Sederet Manfaat Akar Wangi 

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/22 November 2011

Akar wangi(Vetiveria zizanioides Stapf) sebenarnya banyak dijumpai di berbagai daerah diIndonesia. Pasalnya, tanaman ini kerap dijumpai tumbuh secara liar atausetengah liar. Sayangnya, banyak warga masyarakat yang mengabaikannya. Padahal,akar wangi bisa diolah menjadi aneka produk bernilai ekonomi cukup tinggi.

Tanaman akar wangi tersebar di berbagai negara tropis, mulai dari India,Bangladesh, Asia Tenggara, Brazil dan Haiti. Tapi ia juga ditemukan di beberapanegara subtropis, terutama China.

Di Indonesia, tanaman ini banyak dibudidayakan di Kabupaten Garut, Wonosobo, danGunungkidul. Ketiga daerah ini dikenal sebagai sentra produksi minyak akarwangi, sekaligus sentra kerajinan berbahan akar wangi.

Akar wangi termasuk tanaman rumput menahun, yang membentuk rumpun yang besar,padat, dengan arah tumbuh tegak lurus, dan kompak.

Akarnya bercabang-cabang, memiliki rimpang, dengan sistem akar serabut yangdalam, serta beraroma harum. Dari situlah asal-mula nama akar wangi muncul.

Rumpunnya bisa tumbuh hingga ketinggian 1-3 m, dengan diameter 2-8 mm.Sedangkan daunnya berbentuk garis, pipih, kaku, dengan permukaan bawah daunlicin.

Perbungaan malai (tandan majemuk) terminal. Setiap tandan memiliki panjangsekitar 10 cm. Ruas yang terbentuk antara tandan dan tangkai bunga berbentukbenang, tetapi di bagian apeksnya tampak menebal.

Manfaat Tanaman Banyak sekali manfaat tanaman akar wangi, sehingga layak dibudidayakan dan dijadikan salah satu komoditas pertanian unggulan. Pertama,karena mengandung minyak atsiri, maka akar wangi bisa diolah menjadi minyakwangi, atau sebagai bahan dalam industri kosmetika, parfum, dan sabun mandi.

Produk minyak akar wangi dari Indonesia, atau biasa disebut java vetiver rootoil, sangat dikenal di mancanegara. Selama ini, minyak akar wangi Indonesiadiekspor ke Asia (Singapura, India, Jepang, Hongkong), Eropa (Inggris, Belanda,Jerman, Italia, Swiss), dan AS.

Hingga kini pun, peluang ekspor masih terbuka, terutama di Asia Selatan, AsiaTimur, Eropa Timur, dan Amerika Selatan. Apalagi tak banyak negara lain yangmenjadi kompetitor, yang cukup menonjol hanyalah Tahitti dan Borbon.

Kedua, akar wangi yang sudah dikeringkan bisa dijadikan bahan baku anekakerajinan. Misalnya tas, taplak meja, tatakan gelas, ikat pinggang, dompet,sepatu / sandal, penutup (kap) lampu, tikar, boneka, hingga gorden. Selain bisamenjadi hiasan, harum akar wangi dipercaya bisa mengusir rayap.

Ketiga, para ahli botani mengelompokkan akar wangi sebagai tumbuhanbiopestisida. Artinya bisa menjadi pembasmi hama serangga secara alami. Jikaditanam secara tumpangsari dengan tumbuhan lain, maka serangga tak beranimengganggu.

Keempat, yang sangat penting di tengah degradasi lingkungan di Indonesia,tanaman akar wangi juga mampu mencegah erosi tanah. Akarnya yang tertanam kuat,bahkan memiliki kekuatan 1/6 dari kekuatan baja di dalam tanah, bisa mencegahtanah longsor di areal perbukitan.

Komoditas Unggulan Dengan demikian, akar wangi layak dijadikan komoditasunggulan bagi setiap pemerintah daerah. Sebab bukan hanya memiliki nilaiekonomi, tetapi juga mampu menghijaukan lahan kritis dan menekan potensiterjadinya longsor.

Sejauh ini, hanya Pemkab Garut yang memberi perhatian khusus terhadap budidayatanaman akar wangi. Pemkab dan DPRD Garut bahkan sudah membuat perda khusus,yang menetapkan adanya kawasan budidaya akar wangi.ins

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s