Laela

Ketika Vetiver Masuk di Hutan Jati 

Sumber: http://elqodar.multiply.com/ 

Tanaman vetiver (akar wangi) merupakan salah satu jenis tanaman konservasi tanah dan air yang bernilai ganda. Nilai ganda ini disandang karena tanaman vetiver merupakan bahan baku dalam pembuatan minyak atsiri terutama dari akarnya. Daun tanaman ini merupakan pakan ternak sapi terutama daun yang masih muda serta akarnya selain untuk minyak atsiri bisa juga dijadikan sebagai bahan handycraft (kerajinan tangan).

Sebagai tanaman konservasi tanah dan air terutama sebagai tanaman penguat teras, vetiver memiliki perakaran yang dalam (bisa mencapai 4 meter) serta mampu menahan tanah dengan baik, oleh karena itu sangat baik dijadikan sebagai tanaman penguat teras. Tajuknya yang lebat/rimbun serta cepat tumbuh dan menutup tanah mampu menahan aliran permukaan saat terjadi hujan sehingga mampu menghambat/mengurangi kehilangan lapisan tanah akibat erosi. Dengan demikian tanaman ini cocok untuk tanaman penutup tanah.

Beberapa KPH di Perhutani seperti KPH Kendal, kebonharjo dan Ciamis saat ini sedang menerapkan penanaman vetiver sebagai tanaman penguat teras/konservasi di hutan jati. Selain menggunakan tanaman kemlandingan sebagai tanaman sela juga menerapkan tanaman vetiver sebagai penguat teras pada lokasi tanaman jati tahun 2007.

Pemilihan jenis vetiver sebagai tanaman penguat teras adalah berdasarkan rekomendasi dari penyusunan dokumen Manajemen TK-TJBK, yaitu dokumen yang berisi lokasi-lokasi tanah kosong dan tumbuhan jati bertumbuhan kurang yang prediksi tingkat erosi masing-masing petak tersebut diketahui (tinggi-rendahnya tingkat erosi berdasarkan USLE/Universal Soil Loss Equation).

Penanaman vetiver di petak 166c BKPH Sale KPH Kebonharjo pada tanaman Jati (APB) yang ditumpangsarikan tahun 2007 (Foto : PHL KPH Kebonharjo)

Berdasarkan kelas erosi masing-masing petak, dilakukanlah simulasi terhadap faktor C (pengelolaan tanaman) dan faktor P (tindakan konservasi) terhadap petak-petak yang kelas erosinya tinggi-sangat tinggi agar menghasilkan tingkat erosi yang rendah-sangat rendah. berdasarkan hasil simulasi tersebut, lokasi-lokasi tanah kosong yang memiliki kelas erosi tinggi-sangat tinggi jika akan ditanami kembali (rehabilitasi) maka harus menerapkan tindakan konservasi berupa pemberian tanaman penguat teras (misalnya vetiver ato kemlandingan, dll) serta khusus untuk lokasi tumpangsari pemilihan tanaman pertaniannya harus memilih jenis-jenis yang memiliki nilai C rendah misalnya kacang-kacangan atau jika yang nilai C-nya besar harus lebih dari 3 jenis agar memperoleh erosi yang kecil.

Maka dipilihkanlah vetiver sebagai tanaman penguat teras selain kemlandingan yang ditanam pada lokasi tanaman jati yang ditumpangsarikan. Selain itu, lokasi-lokasi KPS pun ditanami vetiver.

Tanaman vetiver yang ditanam pada lokasi KPS (Kawasan Perlindungan Setempat) Sempadan Sungai di BKPH Boja KPH Kendal (Foto : PHL KPH Kendal)

Penanaman vetiver sebagai tanaman penguat teras di perhutani sebagai upaya konservasi tanah dan air pada lokasi bekas tanah kosong

 

One Response to Laela

  1. Dadang Kadarisman says:

    Saya membutuhkan rumput vetiver untuk penguat lereng terasering di daerah ciamis. Dimana dan dengan siapa saya bisa berkomunikasi terkait hal tsb di ciamis? Ada yg jual bibitnya di ciamis? Mohon infonya.
    No tlp saya 082130344091 atau 085721131740

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s