Nanny Kusumaningrum

Vetiver Sistem – Bio engineering technology untuk pengendalian erosi dan longsoran dangkal lerengtebing jalan

Oleh:  Nanny Kusumaningrum, Ir

Sumber: http://btllj-pusjatan.com/  

Latar belakang 

Permasalahan erosi sering terjadi pada permukaan lereng tanah atau tebing tanah yang terbuka dan struktur tanahnya kurang stabil  Erosi yang terjadi dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan  Erosi diduga sebagai indikator awal terjadinya longsor  Untuk menangani erosi dan dampak turunannya, maka perlu adanya rekayasa teknik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan  Salah satu teknologi yang dapat menangani masalah erosi lereng atau tebing jalan adalah bio-engineering technology, dimana dalam pelaksanaannya memanfaatkan tanaman untuk mengurangi atau mencegah terjadinya erosi. teknologi ini dipertimbangkan relatif murah, mudah, dan ramah lingkungan dalam menangani masalah erosi dan dampak turunannya.

Vetiver 

Vetiver, yang di indonesia dikenal sebagai akar wangi (vetiveria zizanioides) atau usar (vetiver nigritana), adalah sejenis rumput-rumputan berukuran besar yang memiliki banyak keistimewaan. di indonesia rumput ajaib ini baru dimanfaatkan sebagai penghasil minyak atsiri melalui ekstraksi akar wangi, tetapi di mancanegara vetiver banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan ekologis dan fitoremediasi (memperbaiki lingkungan dengan menggunakan tanaman) lahan dan air seperti rehabilitasi lahan bekas pertambangan, pencegah erosi lereng, penahan aberasi pantai, stabilisasi tebing, dan sebagainya melalui teknologi yang disebut vetiver grass technology (vgt) atau vetiver system (vs).

Karakteristik Morfologi Rumput Vetiver

  • Sistem perakaran yang dalam dan masif, mampu masuk ke dalam tanah 2 – 3m pada tahun pertama;
  • Sistem perakaran yang lebat dan ekstensif, mengikat tanah dan sulit untuk tercabut serta sangat tahan terhadap kekeringan;
  • Batangnya kaku dan keras, tahan terhadap aliran air dalam (0,6 – 0,8m), pagar vetiver akan terbentuk setinggi hampir 1 m dalam 3 bulan pertama setelah penanaman, dan 1,5m dalam 5 bulan setelah penanaman dan sudah dapat berfungsi untuk stabilisasi lereng;
  • Jika ditanaman berdekatan membentuk baris/pagar yang rapat akan menegurangi kecepatan aliran, mengalihkan air larian, dan menyaring/menjadi filter yang sangat efektif.

Karakteristik Teknis Rumput Vetiver 

  • Kuat tarik: 75 mpa (±1/6 kuat tarik mild steel).
  • Kuat geser: 6-19 kpa/kg akar/m³tanah (bandingkan dengan akar pohon 3,2-3,7 kpa/kg akar/m³tanah).
  • Kuat geser ini yang berfungsi untuk menahan lumpur/sedimen dalam proses pengendalian erosi.
  • Perakaran yang tumbuh cepat: menurunkan kadar air tanah memperendah tekanan air pori meningkatkan infiltrasi mengurangi air larian dan derajat erosi.

Karakteristik Rumput Vetiver untuk Pekerjaan Teknik Sipil

  • Strength paling tinggi dari semua jenis rumput.
  • Dapat hidup di tanah berpasir, bergaram dan berbatuan.
  • Dapat bertahan terhadap aliran air = 0,028 m3/det.
  • Akar dapat mencapai 2-4 m, lebat dan masif.
  • Kuat dan tahan cuaca. estetika lebih baik dan dapat berdampingan dengan tumbuhan endemik.
  • Biaya diperkirakan 1/6 –1/8 dari biaya konstruksi.

Cara kerja rumput vetiver

  • Vetiver berinteraksi dengan tanah setelah tumbuh, membentuk bahan komposit yang terdiri dari akar dengan kuat tarik yang tinggi dan melekat pada tanah yang kuat tariknya lebih kecil.
  • Akar vetiver memperkuat tanah dengan menyalurkan kuat geser (shear stress).
  • Pada saat jaringan akar yang masif dan padat terbentuk utuh, akan bekerja sebagai paku tanah (soil nails) seperti yang diharapkan dalam pekerjaan rekayasa sipil.\
  • Akar vetiver bekerja analogis sebagai paku tanah yang hidup (living soil nails).

Vetiver menahan laju air run-off dan material erosi yang terbawa dengan tubuhnya. daun dan batang vetiver memperlambat aliran endapan yang terbawa run-off di titik a sehingga tertumpuk di titik b. air terus mengalir menuruni lereng c yang lebih rendah. akar tanaman (d) mengikat tanah di bawah tanaman hingga kedalaman 3 meter. dengan membentuk “tiang” yang rapat dan dalam di dalam tanah, akar-akar ini mencegah terjadinya erosi dan longsor. vetiver akan efektif jika ditanam dalam barisan membentuk pagar

Design Penanaman Rumput Vetiver

Pemeliharaan rumput vetiver

  • Penyiraman dilakukan sejak awal penanaman, dilakukan sampai dengan tanaman berumur 3 (tiga) bulan.
  • Penanaman kembali dilakukan bila selama bulan pertama setelah penanaman ada tanaman yang tidak tumbuh/ mati, dengan cara mengganti dengan tanaman yang baru.
  • Penyiangan/pendangiran dilakukan untuk mengurangi tanaman pesaing vetiver, dan juga untuk meningkatkan kemurnian pertanaman vetiver.
  • Pemangkasan dilakukan terhadap pertumbuhan daun yang sudah berlebihan. pada umumnya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali.
  • Pemupukan, dilakukan setelah pemangkasan ke dua, dengan menggunakan pupuk npk (16:16:16) dengan dosis 20 gram per meter pada strip tanaman.

UJI SKALA KECIL (LAPANGAN)TAHUN 2008

UJI SKALA KECIL (LAPANGAN)TAHUN 2009

TREND EROSI SETELAH PENANAMAN RUMPUTDI CIPULARANG KM 100+200 DAN KM 95+200

UJI SKALA PENUH (LAPANGAN)TAHUN 2010

Kegiatan aplikasi teknologi rumput vetiver pada pusat litbang jalan dan jembatan balitbang kementerian pu untuk tahun anggaran 2010, sudah selesai dilaksanakan di 3 lokasi, yaitu:

Ruas jalan surabaya – madura (sta 1+195 a/d 1+495),Jawa Timur

 

Ruas jalan Loa – janan (km 17+400 s/d km 17+502) Samarinda – Kalimantan timur

 

Ruas jalan yetti – arso (km 106+750 s/d km 107+000), Jayapura – Papua

Total biaya penanganan erosi lereng/tebing dengan teknologi vetiver

 Tags: rumput vetiver

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s