Prohati

Detil data Vetiveria zizanioides

Sumber: http://www.proseanet.org/ 

Spesies : Vetiveria zizanioides
Nama Inggris : Vetiver (grass), Khus, Khus khus
Nama Indonesia : Akar wangi
Nama Lokal : Larasetu (Jawa), usar (Sunda)

Deskripsi :

Rumput menahun yang membentuk rumpun yang besar, padat dengan arah tumbuh tegak lurus, kompak, beraroma, bercabang-cabang, memiliki rimpang dan sistem akar serabut yang dalam. Rumpun tumbuh hingga mencapai tinggi 1-1.5(-3) m, berdiameter 2-8 mm. Daun berbentuk daun berupa bangun garis, pipih, kaku, panjang 30-75(-90) cm dan lebar 4-10(-15) mm, permukaan bawah daun licin. Perbungaan malai (tandan majemuk) terminal, panjang nya mencapai 15-40 cm, tersusun atas 6-10 lingkaran hingga 20 lingkaran yang lebih ramping, tiap tandan memiliki panjang mencapai 10 cm; ruas yang terbentuk antara tandan dengan tangkai bunga berbentuk benang, namun di bagian apeksnya tampak menebal.

Distribusi/Penyebaran :

Vetiveria zizanioides tumbuh secara alami di tempat-tempat berpayau di utara India, Bangladesh, Burma (Myanmar) dan kemungkinan telah dapat tumbuh secara alami di banyak tempat di kawasan Asia Tenggara. Vetiver telah dibudidayakan di India selama berabad-abad dan saat ini telah tumbuh di seluruh daerah tropis dan banyak tempat di daerah subtropis. Tumbuhan ini ditanam untuk diambil minyaknya pada beberapa tempat di dunia seperti Haiti, Jawa Timur, India, Reunion, Cina dan Brazil. Informasi penggunaan vetiver untuk mengendalikan erosi tersebar pertamakali dari India lalu ke Caribbean dan Fiji kemudian ke banyak daerah-daerah tropik lain, termasuk semua negara di Asia Tenggara.

Habitat :

Vetiveria zizanioides dapat tumbuh baik pada kondisi lingkungan sangat basah atau sangat kering, dengan curah hujan tahunan berkisar pada (300-)1000-2000 (-3000) mm. Rata-rata suhu maksimum yang mendukung pertumbuhannya adalah pada rentang 25–35°C; namun suhu absolut maksimumnya dapat mecapai 45°C. Vetiveria zizanioides tetap dapat tumbuh pada kondisi tanah tandus dan pada tipe tanah yang beragam. Vetiveria zizanioides dewasa dapat tumbuh pada tanah yang mengandung garam. Meskipun telah mengalami kebakaran, terinjak-injak, ataupun habis karena dimakan hewan, jenis rumput ini masih dapat tetap tumbuh.

Perbanyakan :

Vetiveria zizanioides diperbanyak secara vegetatif dengan memecah rumpun yang terdiri dari satu atau beberapa tunas berukuran 15-20 cm dan meliputi beberapa bagian akar. Regenerasi tumbuhan dengan cara kultur jaringan (in vitro) yang telah berhasil dilakukan di Mauritius mendukung produksi jenis ini untuk tujuan komersial.

Manfaat tumbuhan :

Rumpun dan akar rumput Vetiver mengandung minyak esesial yang dapat dijadikan parfum, sabun dan penghilang bau tidak sedap. Minyak Vetiver dan akarnya dapat berkhasiat sebagai penangkal serangga. Di sebelah selatan India, secara tradisional, rumput Vetiver ditanam di sepanjang jalur tertentu sebagai batas permanen antar lahan. Sedangkan di Jawa, rumput Vetiver ditanam pada tempat-tempat miring. Kemampuan rumput Vetiver untuk digunakan sebagai pengontrol erosi telah meluas di seluruh penjuru daerah tropis, sejak tahun 1980-an. Di Jawa Tengah, penanaman kombinasi rumput Vetiver, rumput Gajah, pohon Sengon dan Kara benguk dapat mengendalikan erosi, stabilitas lereng dan memacu perkembangan sifat fisik tanah bekas letusan gunung berapi di Gunung Merapi.

Sinonim :

Phalaris zizanioides L. (1771), Andropogon muricatus Retzius (1783), Andropogon zizanioides (L.) Urban (1903).
Sumber Prosea : 19: Essential-oil plants p.167-172 (author(s): C. C. De Guzman & L. P. A. Oyen)

Kategori :

Tumbuhan perintis/reklamasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s