2 Metode Kembang Biak

BAGIAN 2

METODE UNTUK MENGEMBANGBIAKAN VETIVER

1. PERKENALAN

Karena sebagian besar aplikasi memerlukan banyak tumbuhan, kualitas bahan penanaman penting agar aplikasi Sistem Vetiver (VS) berhasil. Karena itu kebun pembibitan harus mampu memproduksi material yang banyak dengan kualitas yang baik dan biaya yang murah. Penggunaan ekslusif hanya kultivar steril saja (C. Zizanioides) akan mencegah rumput liar tumbuh di lingkungan baru. Tes DNA menunjukkan bahwa kultivar Vetiver yang steril yang digunakan di belahan dunia sama dengan kultivar Sunshine dan Monto, yang keduanya berasal dari India
Selatan. Karena Vetiver ini steril, maka harus dibiakkan dengan cara vegetatif.

2. KEBUN BIBIT VETIVER

Kebun bibit menyediakan material untuk pembiakan vegetatif dan kultur jaringan.  Dibawah adalah kriteria yang bagus untuk memfasilitasi kebun bibit dengan pananaman yang produktif dan mudah diatur.

 Jenis tanah: Tanah yang lempung dan berpasir akan membuat panen mudah dan mengecilkan resiko kerusakan pada mahkota dan akar tumbuhan. Tanah lempung berpasir bisa dipakai tetapi lempung berat tidak bagus.

 Topografi: Tanah yang sedikit miring akan menghindarkan air mengumpul kalau-kalau terjadi terlalu banyak penyiraman. Tanah datar bisa digunakan, tetapi pengairan harus diperhatikan untuk menghindari pengendapan air, yang akan menghambat pertumbuhan tanaman yang masih kecil. Vetiver dewasa, sebaliknya, tumbuh subur jika banyak air mengendap.

 Peneduhan: Tempat terbuka direkomendasikan karena keteduhan mempengaruhi pertumbuhan Vetiver. Penanaman di tempat setengah teduh bisa dilakukan. Vetiver adalah tumbuhan C dan suka banyak sinar matahari.

 Lay out penanaman: Vetiver harus ditanam di jajaran yang panjang dan rapi melintangi lereng agar mudah dipanen.

 Cara pemanenan: Menanam tumbuhan dewasa bisa dilakukan secara mekanik atau manual. Mesin bisa mencabut akar dewasa sedalam 20-25 cm (8-10”) dibawah tanah. Untuk menghindari perusakan mahkota tanaman, gunakan bajak mouldboard dengan satu bilah atau bajak piringan (disc plow) yang telah disesuaikan.

 Pengairan: overhead irrigation (penyiraman dari atas) mendistribusikan air dengan rata pada beberapa bulan di awal penanaman. Tanaman yang lebih dewasa memerlukan irigasi genangan.

 Pelatihan staf: Staf yang terlatih dengan baik sangat penting agar kebun bibit bisa sukses.

 Penanam Mekanis: penanam bibit yang dimodifikasi atau penanam mekanis dapat menanam slip Vetiver dalam jumlah besar di kebun bibit.

 Ketersediaan mesin: Mesin sederhana untuk pertanian diperlukan untuk menyiapkan bedeng persemaian, kendali gulma, memotong rumput, dan memanen Vetiver.

3. CARA PEMBIAKAN

Empat cara umum pembiakan adalah:

 Pemisahan anakan/tunas dewasa dari rumpun Vetiver atau tanaman induk, yang menghasilkan slip cabutan untuk segera ditanam atau dibiakkan di polibag.

 Menggunakan beberapa bagian dari tanaman induk Vetiver.

 Pembiakan kuncup atau vitro-mikro untuk pembiakan skala besar.

 Pembiakan jaringan, menggunakan bagian kecil dari tanaman untuk pembiakan skala besar.

3.1 Memisahkan tanaman dewasa untuk menghasilkan slip anakan

Memisahkan tunas dari tanaman memerlukan kehati-hatian, sehingga masing masing slip setidaknya harus berisi dua atau tiga tunas (pucuk) dan satu bagian dari mahkota. Sesudah pemisahan, slip harus dipotong panjangnya menjadi 20cm (8”) (Gambar 1). Hasil dari slip anakan bisa dicelupkan dalam berbagai perlakuan, termasuk hormon, bubur kotoran hewan (sapi atau kuda), lumpur tanah liat, atau kolam air yang dangkal, sampai akar baru muncul. Agar tumbuh lebih cepat, slip harus disimpan di tempat basah dan memiliki sinar matahari yang cukup sampai waktu tanam.

3.2 Pembiakan Vetiver dari bagian tanaman.

Ada tiga bagian dari Vetiver yang digunakan untuk pembiakan (Foto 3&4):

  • Pucuk atau tunas
  • Mahkota (umbi/corm), bagian keras antara pucuk dan akar.
  • Tangkai

Batang adalah tangkai atau gagang/badan rumput. Batang Vetiver padat, tegak, dan keras; memiliki tunas bakal anakan yang kuat dengan tunas samping yang mampu membentuk akar atau pucuk ketika lembab. Merebah ataupun berdiri, memotong
tangkai pada suhu lembab atau pada pasir lembab akan menyebabkan akar atau tunas tumbuh cepat pada setiap pangkal tunas. Le Van Du, Agro-Forestry University, Ho Chi Minh City, mengembangkan empat cara dibawah ini untuk pembiakan Vetiver dengan pemotongan.

  • Siapkan potongan Vetiver
  • Semprot potongan dengan air berisi 10% larutan hyacinth.
  • Gunakan plastik untuk menutupi keseluruhan potongan dan biarkan selama 24  jam dan
  • Celupkan dalam-dalam pada lumpur tanah liat atau bubur kotoran hewan dan tanam di bedeng yang bagus.

3.2.1 Menyiapkan potongan Vetiver

Batang Vetiver:

Pilih batang tua, yang memiliki tunas dewasa dan lebih banyak tunas daun dibanding Vetiver muda. Potong batang sepanjang 30-50mm (1-2”), termasuk 10- 20mm (4-8”) dibawah tunas daun, dan kelupas daun yang tua. Tunas baru akan
muncul satu minggu sesudah penanaman.

Tunas Vetiver:

  • Pilih tunas dewasa dengan setidaknya tiga atau empat daun yang sudah
    berkembang.
  • Pisahkan tunas dengan hati-hati dan pastikan dasar dan sebagian akarnya ikut.

Mahkota atau umbi Vetiver:

Mahkota atau umbi adalah dasar dari Vetiver dewasa dimana akar baru akan tumbuh. Gunakan hanya bagian atas dari mahkota dewasa.

3.2.2 Menyiapkan larutan water hyacinth

Larutan hyacinth (Lembayung) mengandung banyak hormon dan penumbuh, termasuk asam gibberellic dan banyak senyawa Indol-Acetic (IAA). Persiapan rooting hormon dari Water Hyacinth:

  • Keluarkan water hyacinth dari danau atau kanal
  • Letakkan tanaman kedalam plastik ukuran 20 liter, dan ikat rapat.
  • Biarkan selama satu bulan sampai tumbuhan terurai
  • Buang sisa yang padat dan simpan larutannya saja.
  • Saring larutan dan simpan ditempat sejuk sampai waktu penggunaan.

3.2.3 Perawatan dan penanaman


3.2.4 Kelebihan penggunaan slip cabutan dan batang slip

Kelebihan:

  • Efisien, ekonomis, dan merupakan cara yang cepat untuk menyiapkan penanaman.
  • Volume yang kecil menyebabkan biaya transportasi yang sedikit.
  • Mudah ditanam dengan tangan.
  • Penanaman besar-besaran bisa dilakukan dengan cara mekanis di area yang luas.

Kelemahan:

  • Rentan terhadap suhu ekstrim dan kering.
  • Waktu penyimpanan di ladang terbatas.
  • Penanaman perlu dilakukan di tanah yang lembab.
  • Memerlukan penyiraman yang sering beberapa minggu pertama.
  • Direkomendasikan untuk kebun bibit yang bagus dan memiliki akses penyiraman mudah.

3.3 Pembiakan tunas atau Pembiakan mikro

Dr. Le Van Be of Can Tho University, Can Tho City, Vietnam telah mengembangkan cara yang prakstis dan sederhana untuk menggandakan tunas (Lê Van Bé et al, 2006). Ada empat tahap pembiakan mikro yang harus dilakukan pada medium cair:

  • Merangsang perkembangan tunas samping
  • Menggandakan tunas baru
  • Menumbuhkan akar pada tunas baru
  • Merangsang pertumbuhan di rumah teduh atau rumah kaca.

3.4 Kultur jaringan

Kultur jaringan adalah cara lain pembiakkan, dengan menggunakan jaringan khusus (ujung akar, bunga muda, jaringan tunas anakan) dari Vetiver. Cara ini biasa digunakan oleh industri holtikultural internasional. Meskipun prosedur didalam laboratoriumnya berbeda-beda, kultur jaringan melibatkan bagian yang sangat kecil dari jaringan, menumbuhkannya di medium khusus yang steril dari hama, dan
menanam hasil anakannya di dalam media yang sesuai sampai mereka tumbuh menjadi tanaman kecil. Detil lebih lanjut dapat ditemukan di Truong (2006)

4. MENYIAPKAN MATERIAL PENANAMAN.

Untuk meningkatkan kemampuan tumbuh dalam kondisi yang tidak ramah, ketika anakan yang dihasilkan dari metode diatas sudah cukup dewasa atau ketika slip cabutan siap, tumbuhan siap untuk ditanam dengan:

  • Polibag atau bibit tanaman dalam plastik
  • Lajur tanam

4.1 Polibag atau bibit tanaman dalam plastik

Anakan dan slip cabutan ditanam di pot kecil atau plastik kecil berisi setengah tanah  dan setengah campuran yang diletakkan di wadah selama tiga sampai enam minggu,  tergantung suhunya. Ketika setidaknya tiga tunas (pucuk) muncul, anakan siap untuk ditanam.

4.2 Lajur tanam

Lajur tanam adalah modifikasi dari polibag. Alih alih menggunakan plastik satuan, slip cabutan atau batang slip ditanam rapat pada baris yang digarisi yang akan membantu proses transportasi dan penanaman. Cara ini menghemat tenaga kerja ketika menanam di medan yang sulit seperti lereng curam. Cara ini juga bagus untuk ketahanan hidup Vetiver karena akarnya tidak terpisah-pisah.

Kelebihan dan Kekurangan polibag dan lajur tanam

Kelebihan:

  • Tumbuhan kuat dan tidak terpengaruh pada suhu tinggi dan kelembapan yang rendah.
  • Diperlukan lebih sedikit penyiraman sesudah penanaman.
  • Bertumbuh cepat sesudah penanaman.
  • Bisa bertahan lebih lama di kebun bibit sebelum penanaman.
  • Direkomendasikan untuk kondisi tidak ramah.

Kekurangan:

  • Lebih mahal
  • Memerlukan persiapan lama, empat sampai lima minggu lebih lama.
  • Transportasi dalam jumlah banyak dan berat jadi lebih mahal
  • Biaya sesudah pengangkutan jadi lebih mahal, jika tidak ditanam dalam jangka satu minggu.

5. KEBUN BIBIT DI VIETNAM

Kebun bibit telah sukses didirikan di semua wilayah di Vietnam.

6. REFERENSI

Charanasri U., Sumanochitrapan S., and Topangteam S. (1996). Vetiver grass:  Nursery development, field planting techniques, and hedge management.  Unpublished paper presented at Proc. First International Vetiver Conf., Thailand, 4-8 February 1996.

Lê Văn Bé, Võ Thanh Tân, Nguyễn Thị Tố Uyên.(2006). Nhân Giong Co Vetiver  (Vetiveria zizanioides). Regional Vetiver conference, Can Tho University, Can Tho, Vietnam.

Lê Văn Bé, Võ Thanh Tân, Nguyễn Thị Tố Uyên (2006). Low cost micropropagation of Vetiver grass Proc. Fourth International Vetiver Conference,
Caracas, Venezuela, October 2006

Murashige T., and Skoog F. (1962) A revised medium for rapid growth and bio assays with tobacco tissue cultures. Physiologia Plantarum 15: 473-497.

Namwongprom K., and Nanakorn M. (1992). Clonal propagation of Vetiver in  vitro. In: Proc. 30 th Ann. Conf. on Agric., 29 Jan-1 Feb 1992 (in Thailand).

Sukkasem A. and Chinnapan W. (1996). Tissue culture of Vetiver grass. In:  Abstracts of papers presented at Proc. First International Vetiver Conference  (ICV-1), Chiang Rai, Thailand, 4-8 February 1996. p. 61, ORDPB, Bangkok.

Truong, P. (2006). Vetiver Propagation: Nurseries and Large Scale Propagation.  Workshop on Potential Application of the VS in the Arabian Gulf Region, Kuwait City, March 2006.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s